Sebenarnya kita ingin lepas semua
Tapi tak guna bermusuhkan dunia
Kerana itu janganlah membazir mahu
Memang benar bukan semua kita tahu
Apa untungnya yang terkubur diselongkari?
Sampai waktunya akan sia-sia juga nanti
Biar bagaimana lidah menikam bahasa
Takkan hati tegar membelah senada
Usahlah lagi yang kaku disangka palsu
Siapa tahu memilih bisu sampai perlu
Bukankah ini cuma angkara emosi?
Selalu datangnya tak mahu pergi
Demi negeri itu dan sebuah harga
Marilah berlalu lupakan berkira
Sedaya melangkah setia menuju
Kerana yang tinggal kini bukan dulu
Dan tak bolehkah lagi saling mengerti?
Putuskanlah tapi tamatkanlah nafi
Untuk semua hamba Allah yang sedang berselisih faham sama ada antara adik beradik, suami dengan isteri, sahabat dengan sahabat, musuh dengan seteru, satu kaum dengan kaum yang lain, serta mana-mana pihak yang sewaktu dengannya.

i guess it’s true when they say
the closest of people can easily go astray
once happy, free ever after
emotions may stir, bonds weaker
matters hid become bigger
dark wants and needs become stronger
what’s never there is there
what was there was found nowhere
how did things get where they are?
how did we grow apart so far?
roots of stories are often solutions
no knowledge leads to assumptions
as time goes by, the truth emerges
out are all the horrid darkness
but however dark it might seem around
things get lighter, from sky to ground
gone were the evil that lurks so quiet
and as the fights are over, we slump down tired
words go about, uncertain smiles
sorries and okays heard from miles
so i guess it’s also true when they say
that with the right recipe, good shall stay.
SAlaam alaikum. Sama2 la kita cari resepi mcm mana utk kembali menyatukan ukhuwwah sesama kita, bukan untuk mencari salah siapa.
Bagus sekali puisi ini, dan ia mengingatkan betapa pentingnya utk menjaga ukhuwwah yang sekian lama sudah diperkotak-katikkan oleh musuh2 Islam, agar orang Islam berbalah sesama sendiri tanpa disedari.
Sayaang Allah, sayang rasul, sayang ibubapa, sayang semua mukmin dan sayang makhluk, wallahu a’lam
Best regards