Hearty

Lullabies of devotion to salvation

Kita dan sebuah harga Ogos 18, 2007

Difailkan di bawah: Hati, Muhasabah — Sheha @ 2:19 am

Sebenarnya kita ingin lepas semua
Tapi tak guna bermusuhkan dunia
Kerana itu janganlah membazir mahu
Memang benar bukan semua kita tahu
Apa untungnya yang terkubur diselongkari?
Sampai waktunya akan sia-sia juga nanti

Biar bagaimana lidah menikam bahasa
Takkan hati tegar membelah senada
Usahlah lagi yang kaku disangka palsu
Siapa tahu memilih bisu sampai perlu
Bukankah ini cuma angkara emosi?
Selalu datangnya tak mahu pergi

Demi negeri itu dan sebuah harga
Marilah berlalu lupakan berkira
Sedaya melangkah setia menuju
Kerana yang tinggal kini bukan dulu
Dan tak bolehkah lagi saling mengerti?
Putuskanlah tapi tamatkanlah nafi


Demi negeri itu dan sebuah harga

Untuk semua hamba Allah yang sedang berselisih faham sama ada antara adik beradik, suami dengan isteri, sahabat dengan sahabat, musuh dengan seteru, satu kaum dengan kaum yang lain, serta mana-mana pihak yang sewaktu dengannya.

 

2 Responses to “Kita dan sebuah harga”

  1. farah Says:

    i guess it’s true when they say
    the closest of people can easily go astray

    once happy, free ever after
    emotions may stir, bonds weaker
    matters hid become bigger
    dark wants and needs become stronger
    what’s never there is there
    what was there was found nowhere

    how did things get where they are?
    how did we grow apart so far?

    roots of stories are often solutions
    no knowledge leads to assumptions
    as time goes by, the truth emerges
    out are all the horrid darkness
    but however dark it might seem around
    things get lighter, from sky to ground
    gone were the evil that lurks so quiet
    and as the fights are over, we slump down tired
    words go about, uncertain smiles
    sorries and okays heard from miles

    so i guess it’s also true when they say
    that with the right recipe, good shall stay.

  2. hikmatun Says:

    SAlaam alaikum. Sama2 la kita cari resepi mcm mana utk kembali menyatukan ukhuwwah sesama kita, bukan untuk mencari salah siapa.

    Bagus sekali puisi ini, dan ia mengingatkan betapa pentingnya utk menjaga ukhuwwah yang sekian lama sudah diperkotak-katikkan oleh musuh2 Islam, agar orang Islam berbalah sesama sendiri tanpa disedari.

    Sayaang Allah, sayang rasul, sayang ibubapa, sayang semua mukmin dan sayang makhluk, wallahu a’lam

    Best regards
    :)


Leave a Reply